Skip to main content

Posts

Insha Allah, I Will Remember You My Friend

Malam ini, aku menulis blog yang menjadi saksi isi hatiku. Aku ditemani sebuah lantunan musik piano instrumentalia yang intonasinya sangat sesuai dengan apa yang menjadi beban pikiranku seharian penuh. Aku suka petikan gitar. I really like Instrument music. Carter Burwell – Bella’s Lullaby, Classic Guitar Moods - Romeo And Juliet Love Theme, dan yang sangat menyedihkan Spanish Romance. Musik itulah yang menjadi soundtrack The Twilight Saga movies yang menjadi salah satu playlist-ku. I like simple music. And now…. ya, selalunya bermula dari hal-hal yang ada di sekolah. Kadang, aku berpikir bagaimana warna hidupku nantinya Insya Allah tamat SMA. Tiada lagi bangun pagi menyambut sang fajar untuk mendapatkan jadwal yang tepat agar tak terlambat. Tiada lagi guru yang lalu lalang. Itu akan luput dari pandanganku setelah tamat nantinya. Sure, I’m really sad. Tentu, karena hari ini aku telah diberi sebuah cenderamata dari seorang teman yang pasti ada dalam setiap kegiatan kelas. Dia tak pe...

Sandeq is My Culture

Bagaimana rasanya melihat salah satu budaya disukai orang-orang asing? Tentunya senang kan :)?? Begitulah yang aku rasakan hari ini. Hari ini, aku ingin sekali pulang cepat dari sekolah. Aku ingin menyaksikan langsung Sandeq Race di kotaku. Untunglah (agak sedih juga sih) mata pelajaran Biology tidak masuk, jadinya aku cepat tiba di rumah. Aku dan kakakku segera ganti baju, lalu mengambil teropong dan kami pun langsung menuju pantai bahari. Tak lain dan tak bukan hanya untuk menyaksikan Sandeq Race yang hanya diadakan setahun sekali. Sandeq Race adalah suatu pertunjukan perahu khas tanah Mandar (it’s my tribe) yang diadakan setiap tahun dalam rangka HUT RI. Sandeq adalah perahu asli yang hanya ada di tanah Mandar. Yang unik dan membuat orang tercengang dengan Sandeq adalah perahu tersebut dapat mengarungi samudera yang maha luas hanya dengan bantuan angin yaitu dengan menggunakan layar yang ukurannnya cukup besar. Sandeq tidak memiliki satu mesin pun. San...

Habis Manis Sepah Dibuang

Happy Eid Mubarak 1432 H. Minal Aidzin wal Faidzin. Mohon maaf lahir & bathin. Ya, aku melangkah menuju kemenangan. Kemenangan sejati. Kemenangan yang aku peroleh setelah 30 hari lamanya berperang melawan nafsu. Alhamdulillah, aku masih diberi rahmat oleh Allah swt, aku masih bisa menghirup udara Idul Fitri ini. Sungguh, aku sangat berbahagia. Semalaman menyaksikan langsung pawai takbiran-mengagungkan Asma Allah swt. Ditambah sentuhan kembang api yang berwarna-warni. Hati tak akan merasa luka, namun luka karena Ramadhan telah pergi. Paginya aku pergi sholat Eid. Setelah itu aku mendapat sms dari teman yang mengatakan "Jangan ada yang keluar rumah ya, kita mau jemput kalian masing-masing di rumah". Berarti semua teman akan datang ke rumahku dong? Senangnya. Tapi nyatanya setelah beberapa jam menunggu, tak satu pun yang kunjung datang. Aku sangat kecewa. Aku merasa sangat tak dihargai. Perlu diketahui, bahwa aku tak merasa demikian jika aku tak melakukan hal yang te...

Setelah 66 Tahun

Tak terasa bangsa ini telah 66 tahun merdeka. Jika kita melihat sedikit saja ke belakang-bagaimana perjuangan para pahlawan yang rela bersimbah darah-hanya untuk satu tujuan, MERDEKA!!! Begitu besar pengorbanan mereka, tak kenal lelah, tak kenal sakit, tak kenal mati. Bayangkan dan bandingkan dengan sekarang. Generasi muda zaman ini seolah menganggap perjuangan mereka itu tak pernah terjadi. Seolah Merdeka itu jatuh dari langit. Banyak dari mereka yang tak menghargai jasa para pahlawan. Namun ada juga yang masih punya rasa kasihan, tentunya. Yah, begitulah kita sekarang ini. Seharusnya, kita giat belajar untuk mengisi kemerdekaan. Teringat, 17 Agustus 1945 bertepatan pada 17 Ramadhan. Dan itu berarti, setelah 66 tahun peristiwa itu terulang kembali. Hari ini, 17 Agustus 2011. Ini hari yang terbilang "spesial". Kita harus benar-benar memperingati HUT RI (kok aku semangat banget ya? heheheh). Ayo teriakkan MERDEKA!! MERDEKA!! BANGKIT INDONESIA!!!

Pertarungan Gula-gula Pedis

Alhamdulillah, hari ini aku menghabiskan waktu pagi yang ceria. Tapi sebelumnya sangat bosan menunggu guru kimia yang tak datang-datang. Setelah menunggu 2 jam lamanya, aku nyerah deh. Moving class to TIK class. Tak ada yang berbeda. Gurunya jutek abis. Ga pernah senyum. Tapi dia cantik loh. Heheheh... kurang ajar ya saya.. After that, aku masuk kelas Binggi, di bagian atas, hanya simpan tas and "Let's go to the canteen". Tapi sebelumnya, kami berjumpa dengan bu Biologi, seorang guru Biologi yang cukup baik, namun terlalu tegas. Dia berpesan agar kami langsung masuk kelas Biologi, berhubung Bu Binggi tidak masuk ngajar because she was sick. No problem maam... Aku ga jadi makan di kantin, tapi hanya membeli beberapa snack. Waktu sampai di kelas, aku melihat ke bawah, dan ternyata tampak mobil ibu Binggi. She was coming. Gimana nih.. Aku dan teman yang bernama Suci memutuskan menyampaikan hal ini kepada ibu Biologi. Sesampai di ruang guru, ibu Binggi ada di sana dan m...

Oh My Back..

Aduh.... Tiada hal lain yang pantas aku katakan selain kata aduhhhhhhh.. Punggung ini seperti mau retak, sudah terlalu sakit. Bagaimana tidak, aku dipaksa melakukan olahraga yang paling jarang aku lakukan, bukan paling jarang juga sih, tapi olahraga yang tak pernah aku lakukan. Pak guru mungkin itu mau membunuhku. Astagfirullah. So, kejadiannya pagi tadi in my school. Sangat lucu. Setelah belajar Bahasa Indonesia, aku dan teman-teman harus masuk kelas olahraga. Nah, pak gurunya kan belum nampak, jadi aku putuskan pergi ke kantin hanya untuk mengisi perut, pastinya bersama rombongan teman cewek. Karena tak banyak orang disana, kita bagaikan ratu. Penuh canda tawa, tak ada yang menegur. Setelah itu, aku keluar kantin dan melihat teman cowok lari ke lobby, dia memakai baju olahraga. Mampus.... Woi, kita masuk... " Aku berteriak mengingatkan teman-teman agar bergegas. Kami langsung berlari menuju tempat ganti baju yang belum jelas tujuannya. Masuk ruang olahraga saja deh... Mump...

Rindu Rasul

Aku hanya bisa menangis dalam hati, aku tak bisa menumpahkan segala kegalauan hatiku di depan mata sang keluarga. Aku tak bisa menceritakan semua, semua kegundahan yang menggerogoti hatiku. Aku tak bisa mengucapkan sepatah kata pun untuk meredakan tangis yang tak terdengar ini. Aku tak bisa menyeka air mata yang nantinya akan jatuh bila aku melakukannya. Semua yang aku lakukan, aku harap menjadi jawab mengapa diriku selama ini terus menjadi orang yang tertutup. Aku sadari itu. Aku mengalami hal yang paling sulit ketika sesuatu itu membutuhkan saran dari orang-orang di sekitarku. Tapi aku tak pernah punya keberanian berbicara demikian. Malam ini, sebelum shalat isya, aku merasakan getaran dalam hati yang tak kuduga. Ini bukan mengenai masalah yang harus kuselesaikan. Ini tak menuntuk jawaban. Tapi entah mengapa, saat untuk pertama kalinya mendalam makna lagu yang barusan aku dengar, hatiku bergetar bukan main. Aku sadar, aku sadar, aku sadar. Lagu yang kudengar itu adalah lagu salah s...