Skip to main content

Setelah 66 Tahun

Tak terasa bangsa ini telah 66 tahun merdeka. Jika kita melihat sedikit saja ke belakang-bagaimana perjuangan para pahlawan yang rela bersimbah darah-hanya untuk satu tujuan, MERDEKA!!! Begitu besar pengorbanan mereka, tak kenal lelah, tak kenal sakit, tak kenal mati. Bayangkan dan bandingkan dengan sekarang. Generasi muda zaman ini seolah menganggap perjuangan mereka itu tak pernah terjadi. Seolah Merdeka itu jatuh dari langit. Banyak dari mereka yang tak menghargai jasa para pahlawan. Namun ada juga yang masih punya rasa kasihan, tentunya. Yah, begitulah kita sekarang ini. Seharusnya, kita giat belajar untuk mengisi kemerdekaan.

Teringat, 17 Agustus 1945 bertepatan pada 17 Ramadhan. Dan itu berarti, setelah 66 tahun peristiwa itu terulang kembali. Hari ini, 17 Agustus 2011. Ini hari yang terbilang "spesial". Kita harus benar-benar memperingati HUT RI (kok aku semangat banget ya? heheheh).

Ayo teriakkan MERDEKA!! MERDEKA!! BANGKIT INDONESIA!!!

Comments

Popular posts from this blog

AFS, My First Time I Know You

Hari ini capek banget… Seharian cari souvenir tuk Miss Bethany yang go back. Malamnya belajar sampe hampir tidur sama buku. Soalnya besok ulangan essay. Ditambah cuaca dingin banget, ya udah, hidung tersumbat, bersin tiap detik. Tidak menghalangiku untuk menulis di blogku ini. Walaupun aku sadar, ini sudah larut malam, tapi aku tidak tahu apa gerangan yang membuatku demikian. Entah mengapa, hari ini aku sangat teringat dengan seleksi AFS 1 Juni kemarin. Aku teringat dengan gedung yang kutempati, kakak volunteer yang jadi pengawasku, dan teman-teman yang menjadi peserta sesama seleksi di ruangan yang tidak begitu mencolok. Ya, semua itu akan kucurahkan dalam penulisan blogku kali ini. Tanggal 1 Juni kemarin, aku mengikuti seleksi pertukaran pelajar Bina Antarbudaya, AFS untuk Chapter Makassar. Aku berangkat hari Jumat, tepatnya dua hari sebelum hari H. Kunjunganku hari itu hanya ke Graha Pena dan Benteng Rotterdam. Kakakku menjemputku saat aku di Benteng Rotterdam. Lalu ke Jln...

Sandeq is My Culture

Bagaimana rasanya melihat salah satu budaya disukai orang-orang asing? Tentunya senang kan :)?? Begitulah yang aku rasakan hari ini. Hari ini, aku ingin sekali pulang cepat dari sekolah. Aku ingin menyaksikan langsung Sandeq Race di kotaku. Untunglah (agak sedih juga sih) mata pelajaran Biology tidak masuk, jadinya aku cepat tiba di rumah. Aku dan kakakku segera ganti baju, lalu mengambil teropong dan kami pun langsung menuju pantai bahari. Tak lain dan tak bukan hanya untuk menyaksikan Sandeq Race yang hanya diadakan setahun sekali. Sandeq Race adalah suatu pertunjukan perahu khas tanah Mandar (it’s my tribe) yang diadakan setiap tahun dalam rangka HUT RI. Sandeq adalah perahu asli yang hanya ada di tanah Mandar. Yang unik dan membuat orang tercengang dengan Sandeq adalah perahu tersebut dapat mengarungi samudera yang maha luas hanya dengan bantuan angin yaitu dengan menggunakan layar yang ukurannnya cukup besar. Sandeq tidak memiliki satu mesin pun. San...

So Sad

Hari ini di sekolah, aku merasa ada yang aneh dengan diriku. Aku sengaja agak terlambat berangkat ke sekolah karena semalam aku kurang tidur. Sampai di sekolah, tentunya disambut dengan tatapan dingin ala pak Thisiplin,, siapa lagi kalau bukan No-Name. Masuk ruang kelas, aku disambut oleh keharusan membayar iuran untuk Miss Bethany yang akan pulang kampung ke America. Ya, sebentar lagi ia akan meninggalkan kami. Aku sebenarnya menyukai cara mengajarnya, hanya saja tampaknya ia sangat kaku. Sisa waktu pelajaran hanya membaca dan membaca. Tidak menarik untukku. Belum lagi pelajaran sejarah yang sungguh membosankan, bagaimana tidak minggu lalu kami ulangan. And next weekend ulangan lagi. Untung saja aku tidak termasuk dalam daftar siswa yang akan diinterogasi guru BK. Let's go home. Eitss,, di depan sekolah ada penjual rujak. Mampir dulu deh... Ya, aku hanya menikmati hari ini dengan tidur siang lalu dibangunkan oleh segerombolan manusia penghuni lapangan yang suaranya memekik...