Kerinduan dari perantauan. Pagi ini, di subuh buta setelah saya menyelesaikan aktivitas rutin, saya mengambil pakaian-pakaian kotor untuk direndam dahulu. Saat mengucek pakaian-pakaian itu, gerimis melanda. Khas gerimis-gerimis manja, yang nampaknya akan membuat beberapa orang tak ingin beranjak dari tempat tidur. Sambil mengucek, saya beberapa kali menatap langit yang suram, hilang akan kecerahan. Orang-orang di pondok nampaknya masih terlelap jua. Barulah saat pakaian akan saya jemur, senandung itu menggema. Ibu tetangga yang berasal dari Nusa Tenggara nampaknya sedang asyik bersenandung. Ia dapat kulihat dengan jelas dari atas tempat mencuci sedang menggunting pakaian yang akan ia jahit di teras rumahnya. Rambutnya kelihatan sangat memutih. Dengan senandung yang cukup mengalun pelan, saya ikut terbawa akan suasananya. Gerimis pagi mengingatkan kami akan kerinduan kota kelahiran. Kerinduan akan kota kecil yang jauh disana. Ibu itu terus saja bersenandung dengan nada lagu-lagu khas ...