Skip to main content

Posts

The School Bus Call Me

There is a new experience today. Yeah, today is buying a magazine. So after school I went to the store. But, I was alone because my friend who always with me to buy a magazine is sick. No problem. I saw a school bus in the street. I thank, should I went by it or not? A conflict in my mind, because I also want to feel how about in there. Yeah, I never go by a school bus. But, I fell the bus had call me. Heheheh… Ya, teriakan itu semakin kuat. Aku memberanikan diri untuk menyeberang-segera ikut dengannya-namun terlalu malu jika ingin mengatakan “STOP”. What should I do? I’m really interest with the bus. Bagaimana mungkin masa sekolahku selama 9 tahun-Insha Allah- akan terkenang jika aku tak pernah sekali pun duduk di atas bus sekolah.. But luckily, my classmates was in there. They are Sinta, Rus Shinta, and Intan. I joined with them. The first comment about the bus is clean and suitable for student. *Of course*. I sat with Rus Shinta beside me. There is some students who I know. And af...

An Incident at The Bunker Place

First, I want to say… “Hello My Blog. Long time not see you.” And now I want to post a special story about my day. Ya, Today is a shy day. Aku dan teman harus malu di tempat pengisian bahan bakar. Ceritanya begini, sewaktu kami singgah di pertamina, Nunu ingin ke toilet. Terpaksa aku dan Suci harus turun dari public transporation untuk menemaninya. Kami mulai berjalan melewati berbagai merek mobil yang sedang mengantri. Setelah melewati kafetaria, kami terus berjalan ke depan dengan wajah super pede tidak memperdulikan tatapan orang-orang yang sumpah, terus melototi kami. Anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu. Udah hampir di ujung, orang-orang pada teriak. Kami kaget bukan main. What??? What?? Mereka meneriaki kami dengan satu kalimat yang maknanya hampir sama. “Mau kemana dek?” Kami harus berbalik, bengong sebentar, berusaha memperbaiki ekspresi yang udah kagak karuan. Jilbabku udah miring ke kanan, kiri, akibat diterpa angin. Sambil cekikikan, kok orang-orang ini pada teriak...

Korean Wave (ha---ha--ha--)

Ya, sejak tiga minggu terakhir hidup saya berorientasi kepada Korea. Saya kini menjadi penggemar Korea. Khususnya Boyband Korea. Dramanya hanya sedikit suka. Suka karena sebentar tayangnya, 16 episode. Saya paling benci sama sinetron. Sumpah, saya ga pernah ngikutin satu sinetron pun. Episodenya panjang amat, sampai ratusan. Trus, itu-itu lagi jalan ceritanya. Ngebosanin. Hahahah…difficult. Kembali, saya akan menjelaskan bagaimana saya bisa tergila-gila dengan Korea. First, saya memang udah menyukai drama Endless Love, tapi waktu itu masih kelas 2 SD, belum tahu kalau asal drama itu dari Korea. Saya kira dari Cina, matanya kan mirip. Waduh, saya sangat suka drama ini. Menguras air mata saya, mengiris mata hati. Really sad. Apalagi pemeran Eun Suh cantiknya Masya Allah. Tapi saya ga nonton sampai habis. Ga tau dulu kenapa. Kemudian waktu SMP, teman-teman pada aneh. Di mejanya ditempelin gambar-gambar artis Korea. Saya mah orangnya cuek. Buat apa tempelin gambar gituan? Emang itu bisa ...

Debate Competition

Kemarin adalah hari yang akan aku ingat dalam hidupku. Ya, aku dan lima orang debater SMAN 1 Polewali telah melewati sebuah petarungan di tingkat kabupaten. Kami telah mengharumkan nama SMAN 1 Polewali. But, sepertinya aku harus menceritakan bagaimana perjalanan kami. Debaters itu adalah aku, Dimas Prayogi Setyo, Shelyne, Intan Endah Nur, Salehati Mekay, dan Nur Arfah Sarifuddin. Kami berlima telah latihan sejak Ramadhan kemarin. Namun ada saat Dimas menghilang entah mengapa. But tentunya ia harus ikut lagi. Malu dong kalau President of PECC (Pioneer English Conversation Club) ga ikut. Kalau aku sih memegang jabatan sebagai bendahara PECC. Dan Intan sebagai vice president. Aku, Intan, Een, Mekay, dan Arfah adalah teman sekelas, XI IPA 1. Sedangkan Dimas dari IPA 4. Kami mulai akrab sejak adanya tes asisten kimia. Beginilah cerita latihan debat kami. Dua minggu terakhir adalah latihan intensif kami. Setiap hari kami harus melepas pelajaran sekolah agar kami bisa berlatih. Namun...

Salendangmu

Yap, I don't know what make me want to post about one of Mandar song. This song is really good. Really sad if you know what is the meaning. I'm sure you will cry. So, I just searched my old music in computer. Unfortunately, I found this song. Then, I heard it, and I enjoyed it. Okay, if you want to hear it, don't worry, because I will give you a link Jadi, lagu ini menceritakan, seseorang yang ditinggal nikah oleh sang kekasih. Ia pergi merantau, hanya membawa sebuah selendang kekasih. Sang kekasih telah berjanji akan menunggunya. Namun, setelah ia kembali, ternyata ia telah dibohongi oleh sang kekasih. Orang yang dicintainya telah naik ke pelaminan. Dengan hati yang sangat sakit, ia menyesal telah kembali ke kampung. Ia sangat menyesal telah menginjak rumah sang kekasih. Irbad - Salendangmu So, let me introduce this song. The title is Salendangmu. The singer is Irbad. Salendangmu Dinidzuai salendang pappewengangmu Ualai sattengallo lu mamba Uwayai sulewatangm...

I Will Not Watch It

Ya ampun... Hari ini capek banget... Benar-benar penuh perjuangan hari ini. Jadi gini, aku dan teman-teman udah berencana Insya Allah sepulang sekolah pergi ke Wonomulyo untuk nonton konser Ungu. Sebenarnya bukan konser sih, melainkan penampilan Ungu sebagai bintang tamu acara kampanye pilgub. Jujur, aku hanya ingin melihat penampilan Ungu, bukan orasi yang ingin kudengarkan. Heheheh.. Tapi sejujurnya lagi, aku bukan fans Ungu. Aku rasa tidak melihat Ungu di Polewali kurang afdhol. Ok. Pukul 13.30 aku udah start. Aku singgah dulu di rumah Nunu, my friend. Setelah itu ke rumah Suci. Kami bertiga mulai perjalanan ke Wono. Untung ga ada macet, padahal sepulang sekolah tadi macet total. Asyik juga sekali-kali Jakarta pindah ke Polewali. Temanku yang lain, Dila udah ga tahan nunggu kami. Dia nelponnnn teruss.. But, tak lama kemudian kami sampai di rumah temanku di Wono. Don't speak anymore Dila, let's go now. Karena macet, kami memutuskan naik motor. Aku, Dila, dan Suci mulai m...

It's Really Long Time ( 45 Minutes I Waited You)

Hahaha... I remembered accident this afternoon making me laugh.. The first, my daily activity began in Mathematic’s classroom. Hmm, pikiranku kacau menulis blog ini. Jadi, begini jalan ceritanya. Pagi tadi, entah kenapa aku sangat mengantuk belajar matematika di kelas. Mungkin karena semalaman bergelut dengan laptop (menyelesaikan tugas diri -- what? Ada dehhhh).. Begini, sekarang kan lagi gempar-gempornya Cagub berkampanye. Nah, hari ini, salah satu Cagub kampanye di lingkungan tempat tinggalku atau dengan kata lain panggung kampanyenya tepat di depan rumahku di Kompleks Gaspol. Suara speaker-nya itu loh yang membangunkan aku. Baru jam 5.30 am, mereka udah bunyiin tuh speaker. Cepat banget kan?? Ya, aku sadari aku begitu mengantuk di kelas. Tapi mataku akhirnya berubah menjadi tajam saat aku harus latihan debat. Capekkkkkk…. 1000 kali capekkkkk.. But I like debating. I like different opinions. Jadi, hariku selama 3 jam di sekolah kuhabiskan untuk latihan debat. Nah, latihan deba...