Skip to main content

Salendangmu

Yap, I don't know what make me want to post about one of Mandar song. This song is really good. Really sad if you know what is the meaning. I'm sure you will cry. So, I just searched my old music in computer. Unfortunately, I found this song. Then, I heard it, and I enjoyed it.

Okay, if you want to hear it, don't worry, because I will give you a link
Jadi, lagu ini menceritakan, seseorang yang ditinggal nikah oleh sang kekasih. Ia pergi merantau, hanya membawa sebuah selendang kekasih. Sang kekasih telah berjanji akan menunggunya.

Namun, setelah ia kembali, ternyata ia telah dibohongi oleh sang kekasih. Orang yang dicintainya telah naik ke pelaminan. Dengan hati yang sangat sakit, ia menyesal telah kembali ke kampung. Ia sangat menyesal telah menginjak rumah sang kekasih.

Irbad - Salendangmu


So, let me introduce this song. The title is Salendangmu. The singer is Irbad.
Salendangmu
Dinidzuai salendang pappewengangmu
Ualai sattengallo lu mamba
Uwayai sulewatangmu di lambau

Uingarangngi di wattu namuandarru
Usapuangngo uwai mata di pilismu
Ma'bisi'o mutattangai pembali'u

Dite'e ri'e membali'ma di kappung
Uwawa namo kandi carita merio-rio
Da'u hara mua nawalle o kandi
Uluppei mi janji ta pura lao

Tenna uissang memandi mua nawalle o kandi
Andiang banda namembali di kappung
Andiang banda nameende di boyangmu

So, the meaning is

Masih di sini selendang pemberianmu
Kuambil setengah hari sebelum aku pergi
Kuterangi pengganti dirimu saat kepergianku

Kuingat saat kau mengantarkau
Kuseka air mata di pipimu
Kau membisik bahwa kau menunggu kepulanganku

Sekarang ini, aku telah kembali ke kampung
Kubawakan engkau adik cerita bahagia
Tidak kusangka kau akan berbohong oh adik
Kau lupakan janji kita yang sudah

Andai sebelumnya kutahu bahwa kau akan berbohong adik
Aku tidak akan kembali ke kampung
Aku tidak akan menaiki tangga rumahmu (Maksudnya bertamu kali ya :) )

So, that's the song... I'm really sad.

Bagaimana coba rasanya ditinggal sang kekasih?? Astagfirullah, aku hanya bersimpati. This not the right time to talk about it. I've just appreciated it.

Lagu ini cukup terkenal di tanah Mandar. As a Mandarnesse, absolutely I should love my culture. Don't be shy to sing it. We must appreciate our culture because with culture our society will be known...

Comments

  1. Yeah, you're right.
    This song is good. And Sad.
    I like the lyric :)

    ReplyDelete
  2. I like this song so much.
    i remember my friend sing this song few years ago... :)

    makasih yah saumi. ;)

    -avhaaa-

    ReplyDelete
  3. @Affandhy

    Thanks for comment. Are you Mandarnese? Nice to meet you. This song, we can called as pop-song mandar icon. Although it's old, but I think this is the best Mandar song forever. Ok, always visit my blog, right??

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

AFS, My First Time I Know You

Hari ini capek banget… Seharian cari souvenir tuk Miss Bethany yang go back. Malamnya belajar sampe hampir tidur sama buku. Soalnya besok ulangan essay. Ditambah cuaca dingin banget, ya udah, hidung tersumbat, bersin tiap detik. Tidak menghalangiku untuk menulis di blogku ini. Walaupun aku sadar, ini sudah larut malam, tapi aku tidak tahu apa gerangan yang membuatku demikian. Entah mengapa, hari ini aku sangat teringat dengan seleksi AFS 1 Juni kemarin. Aku teringat dengan gedung yang kutempati, kakak volunteer yang jadi pengawasku, dan teman-teman yang menjadi peserta sesama seleksi di ruangan yang tidak begitu mencolok. Ya, semua itu akan kucurahkan dalam penulisan blogku kali ini. Tanggal 1 Juni kemarin, aku mengikuti seleksi pertukaran pelajar Bina Antarbudaya, AFS untuk Chapter Makassar. Aku berangkat hari Jumat, tepatnya dua hari sebelum hari H. Kunjunganku hari itu hanya ke Graha Pena dan Benteng Rotterdam. Kakakku menjemputku saat aku di Benteng Rotterdam. Lalu ke Jln...

So Sad

Hari ini di sekolah, aku merasa ada yang aneh dengan diriku. Aku sengaja agak terlambat berangkat ke sekolah karena semalam aku kurang tidur. Sampai di sekolah, tentunya disambut dengan tatapan dingin ala pak Thisiplin,, siapa lagi kalau bukan No-Name. Masuk ruang kelas, aku disambut oleh keharusan membayar iuran untuk Miss Bethany yang akan pulang kampung ke America. Ya, sebentar lagi ia akan meninggalkan kami. Aku sebenarnya menyukai cara mengajarnya, hanya saja tampaknya ia sangat kaku. Sisa waktu pelajaran hanya membaca dan membaca. Tidak menarik untukku. Belum lagi pelajaran sejarah yang sungguh membosankan, bagaimana tidak minggu lalu kami ulangan. And next weekend ulangan lagi. Untung saja aku tidak termasuk dalam daftar siswa yang akan diinterogasi guru BK. Let's go home. Eitss,, di depan sekolah ada penjual rujak. Mampir dulu deh... Ya, aku hanya menikmati hari ini dengan tidur siang lalu dibangunkan oleh segerombolan manusia penghuni lapangan yang suaranya memekik...

Habis Manis Sepah Dibuang

Happy Eid Mubarak 1432 H. Minal Aidzin wal Faidzin. Mohon maaf lahir & bathin. Ya, aku melangkah menuju kemenangan. Kemenangan sejati. Kemenangan yang aku peroleh setelah 30 hari lamanya berperang melawan nafsu. Alhamdulillah, aku masih diberi rahmat oleh Allah swt, aku masih bisa menghirup udara Idul Fitri ini. Sungguh, aku sangat berbahagia. Semalaman menyaksikan langsung pawai takbiran-mengagungkan Asma Allah swt. Ditambah sentuhan kembang api yang berwarna-warni. Hati tak akan merasa luka, namun luka karena Ramadhan telah pergi. Paginya aku pergi sholat Eid. Setelah itu aku mendapat sms dari teman yang mengatakan "Jangan ada yang keluar rumah ya, kita mau jemput kalian masing-masing di rumah". Berarti semua teman akan datang ke rumahku dong? Senangnya. Tapi nyatanya setelah beberapa jam menunggu, tak satu pun yang kunjung datang. Aku sangat kecewa. Aku merasa sangat tak dihargai. Perlu diketahui, bahwa aku tak merasa demikian jika aku tak melakukan hal yang te...