Skip to main content

Posts

Educating with Loving

Bapak buat nangis lagi.. Malam ini, bapak mengelus foto-fotoku bersama teman beberapa hari lalu di Mesjid Raya. Saya hanya bisa melihat dari sudut mata, "kenapa pak?" . Bapak hanya menjawab bahwa ia sedih melihat anaknya yang satu ini. Padahal saya menilai foto ini biasa-biasa saja. Tapi, setelah bapak menjelaskan mengapa ia sedih, barulah saya sadar bahwa ternyata ada pelajaran yang begitu berharga.. Ya, orang tua mungkin berbeda pandangan dengan kita, namun setidaknya mereka mengetahui makna kehidupan ini lebih baik dari kita. Foto yang begitu sederhana dimaknai dengan begitu kompleks, dan berhasil membuatku mengucurkan air mata juga. Bapak telah mengedukasiku, membuka mataku, dan mengingatkanku lagi akan apa niatku menuntut ilmu. Berpisah dari mereka untuk waktu yang lama haruslah memiliki alasan yang realistis. Terima kasih Bapakku yang kusayang.. Tentang foto itu, hihihi.. "Anak-anak A'banya Iqbal itu, tidak ada yang pacaran. Semuanya langsung dinikahi. Jo...

Rumah versi Ramadhan 1437 H

Hari ini seperti biasa. Keadaaan rumah yang membuatku selalu saja ingin pulang. Adik-adik yang ribut, sedikit-sedikit tertawa, eh semenit kemudian nangis hihi..lucu-lucu deh mereka. Tante-tante yang suka banget jadiin rumah sebagai tempat reunian. Alhamdulillah rumah ini berberkah, sering didatangi jadi tempat kumpul keluarga. Semalam iya, malam ke-27 Ramadhan. Alhamdulillah kita masih diberi kesehatan dan kesempatan oleh Allah SWT untuk beribadah di bulan suci ini. Saya sih pengennya taraweh di Masjid Al Markaz, tapi belum sempat hihi..alih-alih ke Al Markaz, baru dua kali di bulan ramadhan ini taraweh di Masjid Raya. Tapi alhamdulillah sekarang udah bisa taraweh di Masjid Agung Al Munawwarah dekat rumah, soalnya taraweh pertama masih di Muhajirin, dan malam itu saya nangis rindu suara Imam Bapak heheh *eh maluuuu Berbicara tentang puasa, nama saya "Saumi Amrani" memang diambil dari kata "shaum" yang berarti puasa. Berdasarkan tafsir dari Surah Al Baqarah : 18...

Ia adalah Milik Tuhannya

Mengapa dia begitu berani mendoakanmu, walaupun tak ada yang menjamin kau juga akan mendoakannya? Apa yang membuat seseorang demikian? Biarlah, mungkin hanya ini jalan satu-satunya. Sesuatu yang benar-benar dia ratapi hanya akan mengurungnya, mengenal dunia tak lebih baik. Sekembalinya dari suatu kesadaran, andai saja adalah jawaban yang tepat. Mengapa ia harus ada? Kekejaman yang tak terduga dari mana datangnya. Hening. Sepatah kata tak membendung rasa sesak. Jelas. Tiada pun sebuah peristiwa memiliki jalan cerita bahagia di setiap bagiannya. Mengapa manusia harus risau untuk memilikimu, padahal kau adalah milik Tuhanmu. Hahaha…. Apalah kau punya daya. Tawa janggal. Senyuman membunuh. Sapaan menusuk. Dan saat waktu itu datang, jangan katakan goodbye, tetapi berbuat baiklah selalu. Jangan pandang dia sekarang, karena kau akan menyesal. Kau akan mendapatinya di sebuah jalan, yang mungkin saja begitu menyebut namanya kau akan tertegun. Jangan pandang dia sekarang. Ia ...

319 of Twilight

Saat twilight tadi, entah mengapa novel Twilight juga kubuka. Secara random, halaman 319 terbuka. Kudapati petikan kalimat romantis, menurutku.. Bella : "Kau tampak lebih...ceria dari biasanya, aku belum pernah melihatmu seperti ini sebelumnya." Edward : "Bukankah seharusnya seperti ini?", "Keindahan cinta pertama, dan semuanya. Bukankah mengagumkan, perbedaan antara membaca sesuatu, melihatnya di  gambar, dan merasakannya sendiri ? Sangat lucu, dan juga sangat romantis... Apa yang dikatakan Edward benar adanya. Ketika kita dihadapkan pada suatu lukisan misalnya, lukisan pedesaan dengan udara sejuk, bagaimanapun rasanya berbeda ketika kita benar-benar berada di desa itu, isn't right?

Silence

Aku percaya dengan apa yang dikatakan oleh Stephenie Meyer dalam novelnya, Twilight. Sangat mudah mempercayai kegilaan di tengah keheningan seperti yang sekarang ini aku rasakan. Ya, KEGILAAN.. Jangan menangis... Sungguh pun berapa kali aku berjanji namun air mata yang sama tidak dapat kubendung. Sudah berapa tahun ini semuanya sama saja. Kadang aku mengingatkan diri bahwa inilah yang terbaik, namun tetap saja aku mengingkari apa yang aku pilih. Orang di luar sana tak mengetahui sedikit pun. Bukan suatu kebahagiaan. Aku sudah mengalami hal yang sangat berat. Dihadapkan pada pilihan hidup ternyata sangat menentukan masa depan. Bukan itu saja, menjalani keputusan- itulah saat paling menyakitkan. Aku bisa mengatakan bahwa aku merasakan dampak berkepanjangan. Orang-orang tak tahu sakit yang kurasa. Diperlakukan secara tidak adil dari hanya melihat sudut mata saja. Anda memang di tempat berpredikat. Siapa yang mengingkari? Singgungan bukan lagi tajam, tapi sangat tajam. Dan masalah it...

A Fairy Tale, A Time, and An Education

Untuk mengisi kekosongan waktu di malam yang panas dengan deraian air hujan yang tak tentu debitnya, ayah tanpa sengaja mendongeng untuk menghibur dua adikku yang masih imut-imut, yang masih enak dijadiin pesuruh di rumah. Heheheh… Tapi ternyata, dongeng itu memberikan efek mujarab. Apa hasilnya? Aku malah bernostalgia masa-masa kecil dulu. Aku yang masih tinggal di rumah lama dekat pantai, dengan masih memiliki teman se-permainan, dengan menerima cambukan sembari menghitungnya apabila aku melanggar. Okey, biar aku perkenalkan. Ayahku adalah seorang pendongeng. Seorang pendongeng handal, menurutku. Maklum, dia adalah seorang guru bahasa. Sejak aku masih doyan nangis, setiap malam ayah pasti menceritakan suatu kisah. Ya, tentu saja itu dongeng. Cerita Abu Nawas, Si Buta, Raksasa, Nenek sihir, Si Kancil, Buaya, dan berbagai fabel lainnya selalu menjadi judul dari dongeng ayah. Aku mengingat ayah selalu mendongeng di atas tempat tidur. Dongeng-dongeng ayah pasti berhasil menjadi bahan t...

Secret, That Cannot Be Told

This is a Taiwanese movie. The first time I saw in Celestial Movies. It was three years ago, maybe. I think it is a good movie, but I didn't watch till end. I don't remember. So, three days ago I watch Initial D also in Celestial movie, which starring Jay Chou. I remember this movie. Yeah, Jay Chou has a big movie about piano. I remember it. So, I download this movie. Secret, that cannot be told. This is old movie, was released 2007, but the scenes success to make me crazy. Star, director, original story, and music by Jay Chou. I like his hand when playing piano. And the second star by Kwai Lun-mei. She is beautiful and I think she is the best couple for Jay Chou. Ok. This movie is opened by music melody, and good news for me because I like piano as music. Yie Xianglun or Jay (Jay Chou) was a new student in major piano class. He is good pianist. One day, he met a mysterious girl named Lu Xiaoyu or Rain (Rain also is good pianist). Jay heard beautiful melody from Rain, whi...