Skip to main content

Posts

Flowersholic

Jadi agak kasian juga lihat bunga-bungaku yang semakin gak keurus. Kira-kira udah dua tahun lebih bunga-bunga ini menemaniku sejak kepindahannya dari Toddopuli. Disuruh sama kakak untuk merawatnya, ya saya mau banget malah. Dikala musim hujan datang, terkadang senyum sendiri melihat bunga-bungaku yang nampaknya juga sangat senang berbasah-basahan. Dikala musim panas datang, mereka harus diberi ekstra perhatian karena agak sensitif dengan suhu. Tapi saya udah buktikan bahwa bunga-bunga ini bisa terus survive. Hahahaha... iya, sudah beberapa kali saya tinggalkan namun bunga-bungaku yang kucinta walaupun sudah menunjukkan kekeringan yang mendalam tapi tetap saja berdiri kokoh seolah menyapaku sekembalinya dari kepergian. Hmm..udah beberapa kali juga karena saking keringnya, daun-daun yang kering itu mesti dipotong. Agak gak rela juga sih karena bunganya nambah tinggi tapi kosong bawahnya. Mau gimana lagi kasian kan kalo yang udah kering gak dieliminasi hehe.. Gak sempat mikir tadi udah ...

Hal Sederhana dari Suatu Kerinduan

Kerinduan dari perantauan. Pagi ini, di subuh buta setelah saya menyelesaikan aktivitas rutin, saya mengambil pakaian-pakaian kotor untuk direndam dahulu. Saat mengucek pakaian-pakaian itu, gerimis melanda. Khas gerimis-gerimis manja, yang nampaknya akan membuat beberapa orang tak ingin beranjak dari tempat tidur. Sambil mengucek, saya beberapa kali menatap langit yang suram, hilang akan kecerahan. Orang-orang di pondok nampaknya masih terlelap jua. Barulah saat pakaian akan saya jemur, senandung itu menggema. Ibu tetangga yang berasal dari Nusa Tenggara nampaknya sedang asyik bersenandung. Ia dapat kulihat dengan jelas dari atas tempat mencuci sedang menggunting pakaian yang akan ia jahit di teras rumahnya. Rambutnya kelihatan sangat memutih. Dengan senandung yang cukup mengalun pelan, saya ikut terbawa akan suasananya. Gerimis pagi mengingatkan kami akan kerinduan kota kelahiran. Kerinduan akan kota kecil yang jauh disana. Ibu itu terus saja bersenandung dengan nada lagu-lagu khas ...

What A Crazy Movie, P&P

Sebuah film yang benar-benar merobek hatiku. Mungkin bagi sebagian orang film ini biasa saja. Diawali dari keinginanku untuk mempelajari aksen British, dan beberapa blog merekomendasikan film ini. Sudah lama saya mengetahui sastra ini, sejak zaman SMP dulu, sewaktu membaca novel Twilight. Isabella Swan katanya sangat menyukai karya Austen dan P&P merupakan novel terfavoritnya. Dari situ terbesit keinginan untuk membaca novel P&P. Namun, barulah sekiranya 7 tahun kemudian saya bisa menikmati maha karya film yang diperankan aktris favoritku ini, Keira Knightley. Nah, jadi sebelum men-download saya cari dulu review filmnya. Karena bacanya pake cepat-cepat, saya menangkap bahwa sepertinya cinta dalam film ini kayak Romeo Juliet gitu atau palingan gak happy ever after deh karena liat poster film-nya juga hmmm seperti forbidden love maybe. (Nanti dibahas bahwa saya ternyata miskonsepsi bangettt) Di awal film, saya memang excited banget…pokoknya pake banget. Adegan kecantikan se...

Setrum Tingkat Dewa

Bismillah... Hari ini sangat berkesan. Seperti kesetrum lagi, tercharge energinya haha Iya, temanku tadi yang juga asisten lab jadi akrab udah diyudisium. Saya rencananya mau pulang karena udah mau Jumatan. Tapi saya ditarik sama Ucha untuk ikut masuk. Alhasil, merinding lagi dengar pesan-pesan dosen. Amanat, Keluarga, Pengabdian Intinya ketiga kata itu. Setelah kalian bergelar sebagai seorang sarjana, ingat itu. Memang saya orangnya emosional banget, air mata mengucur. Kalo udah singgung dengan namanya orang tua, langsung flashback segala perjuangan mereka untuk menyekolahkan saya. Masha Allah. Sampai dimana perjuangan saya ya? Saya belum melakukan apapun. Okey sampe disitu dulu..

Teman, My Guardian Angel

Akhirnya kutemukan my guardian angel.. Mereka yang kunanti. Jadi mahasiswa tingkat akhir itu --> perjuangan banget! Saat inilah uluran tangan itu sangat berharga, they're real guardian angel :) Alhamdulillah, kemarin baru aja udah seminar proposal. Walaupun proposalnya udah kelar setahun yang lalu dan idenya untungnya masih fresh sih hehe hanya karena gak pernah mental akhirnya setahun penuh baru berani untuk menghadap ujian hahaha Dan seperti kebiasaan yang tak kunjung padam, ketika saya akan menghadapi segala macam ujian yang menegangkan, seluruh isi perut sepertinya akan keluar. Mulas gak jelas. Dan gawatnya itu terjadi sehari sebelumnya. Paginya udah sibuk padahal ujiannya jam 10. Teman-teman heran banget liat kelakuan saya yang gak nahan dengan penyakit perut tanpa penyebab yang jelas dan tak tahu obatnya apa. Jam setengah 10 belum juga ngampus, saya serahkan administrasinya pada teman-teman yang uuhhhh baik banget love you all. Semuanya membantu dan saat saya tela...

The Sisters

Punya saudara cewek ituuu... hmm..rasanya komplit. Apalagi kalau punya kakak dan adik cewek hihi.. Kakak, bisa jadi teman curhat (walaupun saya tipe introvert) dan adik, siswa terbaikku dalam mengajar hehe.. Mereka itu yang paling dekat. Mereka itu yang sering buat mood berubah-ubah.. Sebagian besar waktu di rumah yahhh buat cerita sama mereka. Belajar dari kakak dan mengajar buat adik, intinya jadi anak ketiga dari 5 bersaudara ( me ). Mereka juga teman jalan yang sangat berarti, karena tanpanya pusing saya habisin waktu hihi.. Alhamdulillah for all. Inshaa Allah will be strong family with all love, blessing from Allah SWT..amiin

Educating with Loving

Bapak buat nangis lagi.. Malam ini, bapak mengelus foto-fotoku bersama teman beberapa hari lalu di Mesjid Raya. Saya hanya bisa melihat dari sudut mata, "kenapa pak?" . Bapak hanya menjawab bahwa ia sedih melihat anaknya yang satu ini. Padahal saya menilai foto ini biasa-biasa saja. Tapi, setelah bapak menjelaskan mengapa ia sedih, barulah saya sadar bahwa ternyata ada pelajaran yang begitu berharga.. Ya, orang tua mungkin berbeda pandangan dengan kita, namun setidaknya mereka mengetahui makna kehidupan ini lebih baik dari kita. Foto yang begitu sederhana dimaknai dengan begitu kompleks, dan berhasil membuatku mengucurkan air mata juga. Bapak telah mengedukasiku, membuka mataku, dan mengingatkanku lagi akan apa niatku menuntut ilmu. Berpisah dari mereka untuk waktu yang lama haruslah memiliki alasan yang realistis. Terima kasih Bapakku yang kusayang.. Tentang foto itu, hihihi.. "Anak-anak A'banya Iqbal itu, tidak ada yang pacaran. Semuanya langsung dinikahi. Jo...